≡ Menu

Selamat Tahun Baru 2017

Tak terasa sudah tahun baru lagi! Selamat datang tahun 2017, dan selamat Tahun Baru buat anda semua.

Menonton kembang api dari Executive Lounge Conrad Hotel, Hongkong.

Tahun lalu di malam tahun baru, kami sedang berada di Hongkong, dan sempat menonton pesta kembang api akhir tahun, dari Executive Lounge, di lantai teratas Conrad Hotel yang penuh sesak dengan tamu-tamu lain yang juga ingin menonton. Kakak saya Ci Mie yang sudah tinggal di Hongkong sejak tahun 1972, dan anak cucunya juga hadir sampai acara kembang api selesai baru bubar.

Waktu itu, kami berdua, saya dan Winnie sedang dalam perjalanan kami ke Penang, Malaysia untuk berlatih dan menjalani therapi Zhineng Qigong. Tanggal 2 January kami terus melanjutkan penerbangan ke Penang.

Kami memilih Penang waktu itu, karena Neurolog Winnie di Huntsville sudah kehabisan akal, tak tahu apalagi yang harus dia lakukan untuk pengobatan penyakit Parkinson Winnie. Di sekitar bulan November, dia menganjurkan agar kami mengunjungi Neurolog di Rumah Sakit Universitas Alabama di Birmingham. Setelah mereka hubungi kantor Neurolog itu, kami baru dapat giliran untuk datang pada bulan Maret.

Sebelum itu saya sudah mendengar tentang kamampuan Qigong untuk mengerem bahkan menyembuhkan penyakit Parkinson, seperti yang diungkapkan dalam buku berjudul Reboot and Rejoice karya Bianca Molle ini. Begitu pula berbagai ceritera tentang hasil pengobatan dengan Zhineng Qigong seperti yang bisa dilihat di youtube ini.

Saat itu saya temukan bahwa semua tempat latihan Qigong di Amerika baru mulai terima murid baru setelah musim semi atau waktu musim panas. Padahal saya dan Winnie yang sudah agak muak dengan efek sampingan obat-obatan Winnie pengin sekali menunjukkan kalau ada cara lain selain obat-obatan dokter kepada Neurolog baru dari rumah sakit universitas ini. Kebetulan sekali tanggal 4 Januari 2016, ada kelas baru selama tiga minggu di Penang. Dua faktor yang juga menarik, pertama, muridnya cuma beberapa orang sehingga setiap murid mendapat perhatian penuh dari para gurunya, dan kedua, biaya keseluruhan jauh lebih murah dari kelas yang sama di Amerika maupun biaya penginapan. Selain itu, kami memang ingin juga mampir ke Hongkong untuk bertemu dengan Ci Mie dan putra-putrinya serta keluarga mereka. Terakhir kami bertemu Ci Mie waktu Albert menikah di Sydney tahun 2014, tetapi dengan anak-anak Ci Mie sudah lama tak pernah bertemu, apalagi dengan Winnie. Pertemuan terakhir mereka dengan Winnie saat kami mampir ke Hongkong dalam perjalanan kami ke Amerika di akhir tahun 1988.

Ternyata waktu melesat cepat. Akhirnya pelajaran Qigong selama tiga minggu pun selesai. Di hari terakhir, kami sempat meminta salah satu gurunya untuk bertemu sekali lagi sebelum berangkat pulang. Guru yang baik itu khusus datang di hari Sabtu untuk menemui kami.

Ada satu masalah yang sangat mengganggu buat pasien penderita sakit Parkinson. Masalah emosi dan depresi, mungkin juga karena kontribusi obat-obatnya.

Sejak awal para guru Qigong sudah mewanti-wanti kalau soal emosi dan depresi yang bisa mengganggu kemajuan yang sudah dicapai lewat latihan Qigong. Dalam berbagai pengalaman anekdotal yang bisa ditemukan di Internet pun, ada berbagai referensi bahwa pengaruh emosi bisa menyebabkan pasien penyakit kronis seperti penderita kanker yang sudah sembuh setelah berlatih Qigong pun, bisa kambuh lagi gara-gara masalah emosi dan depresi yang tidak terkontrol.

Kami menyadari sepenuhnya akan hal itu. Berhubung kemajuan Winnie tersendat, maka sebelum musim panas tahun ini, saya mengirim email dan menanyakan ke guru di Penang, apakah saya boleh belajar dari guru lain? Jawabannya, silahkan. Dari situ kami mengambil keputusan untuk pergi berlatih dengan grup Chi Center di bawah bimbingan Master Ming Tong Gu.

Dalam acara retret seminggu di Port Townsend, negara bagian Washington, bulan Juni yang lalu, Winnie merasa kaget sekali, karena sakit di dekat tulang buntut yang sudah dia derita sejak sebelum kami menikah sekitar empat puluh tahun tiba-tiba menghilang begitu saja pada acara latihan hari pertama. Sakit tulang itu sebelumnya menjadi tambah parah, waktu Winnie jatuh lagi di kamar mandi bulan Juli hampir setahun sebelumnya di tahun 2015 yang lalu. Tapi bahkan sebelum mulai latihan resmi, cuma dalam acara pengantarnya, rasa sakit Winnie itu sudah hampir hilang. Dalam waktu seminggu itu, kami diajari cara pengobatan dengan suara, atau Sound Healing. Dalam latihan itu, gerakan tangan diikuti dengan penyuaraan bunyi tertentu untuk 5 sistem anggota tubuh, mulai dari sistem jantung, ginjal, pencernaan, hati dan sistem pernapasan dan semua sistem pendukung mereka. Contoh Sound Healing didemomstrasikan Master Gu dalam konferensi berikut. Selain itu ada juga latihan yang namanya Awaken Vitality atau membangkitkan vitalitas kehidupan yang berkaitan dengan gerakan tulang belakang, tulang pantat, leher dll.

Setalah kembali, Winnie dan saya mulai berlatih secara rutin, dua kali sehari, dan pengaruh emosi dan depresi Winnie terasa sangat berkurang. Lalu sakit di sekitar tulang buntut pun hilang sama sekali. Ini menurut kami suatu kemajuan luar biasa.

Winnie mulai bisa berjalan dengan bantuan Walker seperti yang ditunjukkan di video berikut tanpa rasa sakit seperti yang dia alami dan menghalangi kamampuan berjalannya. Itu sebabnya ketika Chi Center pindah ke kompleks baru mereka di pinggiran kota Santa Fe, di negara bagian New Mexico, Winnie dan saya pun langsung mendaftar ketika mereka beritahukan kalau pembangunan fasilitas tambahan untuk pemakai kursi roda sudah selesai, dan mengajak kami untuk ikut latihan selama sebulan di sana.

 

 

Tak disangka-sangka, di akhir bulan September Winnie jatuh dan hasil pemeriksaan dokter di unit gawat darurat menyimpulkan kalau tulang belakang L1-nya retak. Semua kemajuan yang sudah dicapai sebelumnya terus menguap begitu saja. Jangankan berjalan pakai walker seperti yang bisa dilihat dalam video di atas, mau berdiri atau tidur pun susah. Selama 10 malam lebih, Winnie harus tidur di kursi goyang yang terletak di ruang tamu kami agar bisa tidur sambil bersandar, karena tulang belakangnya sakit sekali kalau berbaring.

Waktu Winnie jatuh, kami sudah daftar untuk berangkat ke Santa Fe, bahkan tiket pesawat dan hotel pun sudah kami pesan. Kami benar-benar berada di persimpangan jalan saat itu. Mau batal atau mau teruskan? Tapi bagaimana mau teruskan? Tidur saja pun tak bisa tidur telentang, dan berrdiri atau jalan, apalagi?

Setelah bicara dengan petugas di Chi Center, kami dibilangi kalau menurut Master Gu, asal Winnie bisa tahan dengan bantuan obat penahan sakit dari dokter dan bisa terbang ke New Mexico, rasanya lebih baik ikut saja latihan itu ketimbang menunggu sampai sembuh di rumah. Penyembuhannya akan lebih cepat. Maka Winnie dan saya terus putuskan untuk berangkat, asal pada pemeriksaan berikut dokter tulangnyua mengizinkan. Kami akan ikut acara mulai minggu kedua, tidak seperti rencana semula untuk mengikuti acara selama empat minggu, melainkan tiga minggu saja. Selain itu kami juga meminta kepada petugas Chi Center, apakah mereka bisa meminta Master Gu untuk mengirimkan Healing Qi (Qi penyembuhan) untuk membantu Winnie? Kami sudah mengenal Healing Qi atau tenaga penyembuh berupa Qi ini dari latihan-latihan di Penang maupun di Port Townsend. Petugas Chi Center berjanji untuk menghubungi Master Gu.

Malam kedua setelah permintaan itu, sakitnya Winnie koq malah tambah parah. Badannya juga terasa panas, tapi panasnya bukan seperti panas ketika deman, melainkan rasa panas atau sumuk dalam bahasa Jawa menurut Winnie. Malam itu Winnie juga tak bisa tidur sampai jam tiga subuh.

Ketika panasnya itu berulang lagi beberapa malam berturut-turut, Winnie terus curiga, apakah mereka lagi melakukan ‘Healing Session’ atau acara penyembuhan rame-rame sebelum menutup acara latihan hari itu seperti yang kami alami waktu di Port Townsend?

Sesudah jam 3-an, Winnie terus bisa tidur pulas dan waktu terbangun badannya terasa segar. Tiga hari kemudian kami menerima email kalau Master Gu sudah mengiakan permohonan kami dan mengirimkan ‘Healing Qi’. Saya sama sekali tidak ingat akan healing session waktu di Port Townsend dulu, tapi Winnie masih ingat. Saat itu Winnie kelihatannya membaik saja sudah membuat saya senang, dan saya juga tidak menanyakan lagi ke Chi Center, bagaimana detail dan kapan healing Chi itu dikirim. Semenjak itu wajah Winnie pun mulai bertambah cerah. Begitu dokter ahli tulang selesai melihat hasil X-ray, dia membolehkan Winnie untuk terbang, maka kami pun berangkat pada hari Jumat berikut, tapi Winnie masih harus menggunakan brace atau ikat punggung untuk menopang tulang belakangnya.

Winnie perlu dibantu waktu berlatih

Photo Source: Ms. Judy Tretheway

Walaupun cuma tiga minggu, tetapi acaranya cukup baik untuk kesehatan Winnie. Dua malam pertama kami menginap di hotel menunggu peserta minggu pertama untuk mengosongkan ruang penginapan yang akan kami tempati di Chi Center dan kami baru bisa masuk pada hari Minggu. Begitu kami pindah ke sana dan mulai ikut latihan, malam kedua Winnie sudah bisa tidur telentang lagi di kasur yang datar, setelah berkali-kali menerima Qi yang dipancarkan secara beramai-ramai dari Master Gu dan para guru serta peserta lain di tempat latihan, terutama di akhir acara pada saat ‘Healing Session’ atau sesi penyembuhan.

Seorang guru Qigong, Ms. Judy Tretheway sempat postkan dua gambar menunjukkan kondisi waktu 5 hari sebelumnya saat berdiri mengikuti latihan, harus ada yang menopang Winnie biar bisa berdiri. Lima hari kemudian Winnie sudah bisa naik turun tangga sebanyak 21 anak tangga, walaupun untuk itu saya harus menjaga di sampingnya agar jangan sampai terjatuh.

Video waktu Winnie memanjat tangga itu dan foto setelah Winnie turun lagi bisa dilihat di bawah ini.

 

 

Foto ketika Winnie turun kembali ke lantai dasarc

Photo source: Ms. Judy Tretheway

Semenjak pulang ke rumah kami terus berlatih setiap hari dan kami merasa banyak sekali kemajuan.

Tapi selama latihan, masih ada satu kesulitan. Karena sudah pensiun, saya susah mengatur kapan tidur dan kapan bangunnya. Akibat dari ketidakteraturan waktu tidur dan bangun ini, seringkali kami harus batalkan acara pagi dan baru memulai latihan di sore atau di malam hari.Kami tak bisa latihan pada waktu yang sama setiap hari.

Yang kedua, kami berdua harus berusaha sebisa mungkin agar tidak mengulangi kesalahan dan menyebabkan Winnie jatuh lagi. Kalau bulan September, Winnie tidak berusaha untuk mengisi cucian ke mesin cuci waktu saya tidak di dekatnya, lalu kehilangan keseimbangan dan jatuh, maka mungkin tidak sampai harus ada tulang retak.

Itu dua hal yang Winnie dan saya ingin capai tahun ini. Katakan itu Resolusi Tahun Baru 2017 kami.

Tolong doakan agar kami bisa mencapai tujuan kami dan Winnie bisa mendapat kemajuan dalam upaya kami memerangi penyakit Parkinson ini.***

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment