Hawaii – Babak Baru Kehidupan Kami (1)

Ini malam pertama kami berdua tinggal di apartemen baru kami di Honolulu.

Seminggu ini kami sekeluarga merayakan reuni keluarga Tanone 2018, yaitu reuni ketiga setelah reuni pertama di Auckland New Zealand 7 tahun yang lalu, dan reuni kedua di tahun 2015 di Sydney Australia.

Selama di Honolulu anak-anak menyewa dua unit Airbnb, yaitu penginapan di rumah-rumah pribadi ala penginapan traditional yang dikenal dengan nama Bed and Breakfast atau ‘bnb’, yang setelah dikelola khusus dan dipromosikan di pasar online, namanya diganti menjadi Airbnb. Pengelolaan dan pemasaran dilakukan oleh airbnb secara terpusat. Pemilik hanya menyediakan rumah dan fasilitas lalu menerima pembayaran lewat Airbnb.

Melihat hasil foto Akung dan foto hasil jepretan apo.

Kami terbagi di dua unit airbnb. Saya dan Winnie, Al dan putranya Liam, lalu Michael dan Ignasia tempati satu unit berkamar 4, sedangkan Riki sekeluarga menginap di unit lainnya. Kedua unit ini terpisah sekitar 5.1 miles dan memakan waktu sekitar 15 menit untuk menyetir dari satu rumah ke rumah lainnya.

Acara sehari-hari selalu penuh untuk anak dan cucu, karena Hawaii destinasi baru dan banyak yang perlu dilihat. Tapi dorong kursi roda menyusuri pantai atau naik ke gunung tidak masuk dalam acara kami. Apalagi begitu mereka pulang kami juga harus segera masuk ke rumak kontrakan kami sehingga ada saja acara kami sendiri yang perlu diselesaikan.

Riki, Mel, Savvy, Lincoln dan Avery pamitan sore kemarin. Pagi ini mereka berangkat tanpa harus pamitan lagi.

Al, Liam dan Michael juga bangun sekitar jam 4:00 subuh, langsung ke lapangan terbang sekitar jam 5:00. Kami berdua tinggal kumpulkan barang dan sekitar jam 9:00 pagi kami tinggakan unit kami. Ig menuju apartemennya terus ke kantor, saya dan Winnie langsung ke apartemen baru kami.

Siang ini kami didatangi notaris untuk menandatangani kontrak penjualan rumah di Huntsville. Selain itu ada kiriman tempat tidur, dan perabot sederhana dari toko mebel. Tapi yang paling penting, teknisi Internet yang datang untuk menyalakan sambungan Internet ke apartemen baru kami.

Ketika ketiga urusan ini selesai, kami berdua sudah teler. Cepat-cepat cari lokasi restauran terdekat, mengisi perut, lalu pergi beli filter untuk menyaring air ledeng untuk minuman kami.

Waktu selesai belanja dan mau pulang, Ig kasih SMS dia akam mampir bawakan panci pinjaman untuk masak sampai peralatan kami dari Huntsville tiba. Lalu Ig mampir dan mengatur barang-barang di dapur, kamar mandi dan kamar tidur, dengan pesan, semoga kebersihan dan keteraturan apartemen ini bisa terjaga.

Kami sangat bersyukur akan apa yang anak-anak sudah sediakan buat kami. Saya senang sekali karena sejak anak-anak mulai tinggalkan rumah satu-persatu, ruangan mereka tidak terpakai jadi selama ini ada semacam pemborosanlah. Ukuran apartemen ini hanya separuh ukuran rumah kami, jadi cocok sekali buat kami. Tapi harga rumah di Hawaii benar-benar gila. Luasnya setengah rumah kami tapi harganya 4x harga rumah kami. Ya anak-anak cuma sanggup kontrakkan. Untuk itu pun tentu kami sudah sangat bersyukur dan terima kasih atas karunia ini.***

This entry was posted in Catatan Pribadi, Gado-gado dari Amerika, Setelah Pensiun. Bookmark the permalink.

10 Responses to Hawaii – Babak Baru Kehidupan Kami (1)

  1. Belinda Gunawan says:

    Saya suka membaca ini sebagai kelanjutan dari kisah Aris & Winnie setelah pindah dari Huntsville. Terbayang serunya acara reuni keluarga! Thanks for sharing. Mungkinkah bisa di-share sebagian di FB?

    • drt says:

      Makasih mbak Belinda sudah mampir dan merkomentar. Acara mungkin lebih menyenangkan buat anak cucu. Buat kami berdua, bisa dapat kesempatan interaksi langsung jauh lebih mengasyikkan dibanding hanya bisa lewat Facetime. Tapi kebiasaan Facetime terasa effeknya karena Savvy dan Lincoln jauh lebih dekat dan mau berinteraksi langsung, duduk bareng ketimbang sepupunya yang jarang ber-facetime. Tadinya saya pikir mau posring di FB juga, tapi saya ingin aktifkan blog ini. Makanya posting an ke FB paling berisi link ke sini. 🙏

  2. Abraham FanggidaE says:

    Bu Aris dan Usi Winnie selamat masuk apartemen baru, satu kota dengan anak cucu. Waoo bahagia sekalii…

    • drt says:

      Makasih sudah mampir bu Abraham. Di Hawaii cuma bersama Ignasia. Cucu-cucu tinggal di Sydney dan Aucklang. Apartemen baru sangat menyenangkan, tapi ketemu langsung bisa peluk, gendong memang asyik.🙏

  3. Theresia says:

    Semoga smuanya lbh menyenangkan dan mudah di Hawai ya Asuk….mudah2an sy dan Nadine py kesempatan utk main ke Hawai nnt

  4. Paul Lani says:

    Beta senang mengikuti cerita2 Bung Aries.cerita2 ttg Anak Kupang, Anak Timor yg tinggal bertaun taun di Amerika..perbedaan corak kehidupan Kupang Amrik, terasa….

  5. Febri Koh says:

    Hi Aris, senang baca tulisanmu.
    Semoga senang ya ditempat yg baru dan dekat dg Igi.
    Salam hangat utk kalian dari kami di Auckland.

    • drt says:

      Hi Fe,

      Makasih sudah mampir. Kata Mel, Helen dan Jimmy akan datang ke sini Juli nanti. Kapan anda berdua mau mampir ke sini? Kami tunggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *