≡ Menu

Beli Rumah Tanpa Uang Muka

Dalam bahasa Inggris sering dipakai istilah ‘No Money Down’ alias tanpa uang muka. Tapi terus terang, postingan ini tak ada hubungan dengan Pilkada di Jakarta yang baru lalu.

Sering ada pertanyaan, bagaimana kamu bisa survive atau bertahan hidup di Amerika, padahal latar belakang keuangan kamu maupun keluargamu sangat sederhana?

Ketika putra ketiga saya sempat mengunjungi keluarga saya di Kupang, dia bilang pada tiga saudara kandungnya, kalau mereka harus datang dan melihat bagaimana sederhananya awal keluarga papa. Dia sangat bersyukur bahwa mereka bisa menjalani hidup yang memadai dalam kenyamanan di Amerika dan kakak-kakaknya bisa menemukan kehidupan layak di negara lain, dan dengan mudah mereka bisa bertamasya kemana pun yang mereka inginkan. Sudah barang tentu ajakan dia belum dipenuhi saudara dia, tapi itu kira-kira bisa menggambarkan sedikit asal keluarga saya. Bagi teman-teman di Kupang yang pernah tahu keluarga saya maupun teman-teman seusia saya di Kupang pasti masih ingat kondisi ekonomi keluarga kami. Tapi koq bisa-bisanya beberapa tahun lalu, saya sempat miliki sebuah bangunan berisi 8 apartment seperti di gambar ini untuk disewakan, di Amerika sini.

Bicara urusan rumah, waktu saya kembali ke Jepang selama tiga bulan di musim gugur tahun 1983, pembimbing yang juga menjadi tuan rumah saya bilang, sudahlah, kamu tak perlu bayar apartmen. Malam tidur di lab saja. Kalau mau mandi pergi mandi di apartmen teman dari Jakarta kamu yang juga anggota lab itu. Kalau akhir pekan, pergi tidur saja di apartmen dia. Bawa pulang uang untuk bayar apartmenmu itu biar kamu pulang punya tabungan sedikit. Itu yang saya kerjakan, dan dengan uang itu saya bisa membayar uang muka sebuah rumah di daerah Jaka Sampurna, Bekasi, dan saya bisa pindahkan Winnie dan anak-anak yang waktu itu masih tiga orang ke Bekasi di malam Natal tahun 1984. Dan itu pengalaman saya punya rumah sebentar, karena di malam Natal tahun 1985, saya memboyong keluarga pindah ke Salatiga, dan tinggal di sana sampai tahun 1988 di perumahan dosen yang disediakan. Rumah Jaka Sampurna ini baru terjual beberapa tahun kemudian setelah kenalan yang tinggal secara cuma-cuma di sana akhirnya pindah keluar.

Waktu sudah di Amerika, 11 tahun pertama, baik semasa kuliah sampai sudah kerja, kami menyewa dan tinggal di apartemen. Tak pernah terbayangkan bisa punya rumah sendiri karena darimana uang mukanya. Tapi hal itu berubah ketika suatu malam saya tak bisa tidur, dan iseng melihat ada iklan panjang, mengenai cara membeli rumah tanpa uang muka. Ini program iklan yang mungkin biayanya tidak terlalu mahal karena disiarkan di saat orang pada tidur nyenyak. Acara begini sering muncul di TV Amerika sejak kami di sini dulu.

No Down Payment CoursePembicaranya bernama Carleton H. Sheet dan dia menjual program berupa paket pelajaran lengkap berisi panduan langkah demi langkah disertai 12 kaset tape-recorder. Harganya seingat saya sekitar $200. Itu setara dengan sepertiga biaya sewa apartemen kami waktu itu. Cukup mahal untuk ukuran kantong kami. Tapi ada jaminan yang menarik. Kalau dalam waktu 30 hari kamu tidak suka bisa kirim kembali dan uangnya akan dikembalikan. Besoknya saya pesan paket itu ke nomor telpon yang diberikan dalam iklan TV itu, dan sampai sekarang paket itu masih tersimpan rapi di kamar kerja saya, termasuk keduabelas kasetnya. Keuntungan bisa beli rumah dan penghematan yang saya peroleh gara-gara paket ini, sudah berlipat jauh melampaui ongkos paket waktu itu.

Terjemahan bebas judulnya adalah, Bagaimana Cara Membeli Rumah Pertama Atau Properti Investasimu Tanpa Uang Muka. Tentu saja kondisi sudah berubah dan sebagian yang diuraikan mungkin sudah tidak cocok dengan kondisi sekarang, serta yang menjual program serupa sudah menjamur karena Internet, tapi panduan ini diwaktu itu sangat membantu saya.

Yang menarik, di halaman pertama dia sediakan satu halaman untuk diisi, kapan buku panduan itu mulai dipakai, dan kapan rumah pertamamu dibeli.

Ternyata halaman itu kosong. Saya pikir lagi, mungkin waktu menerima buku itu, ada niat kalau bukunya tidak cocok akan saya kirim kembali jadi saya tidak menulis apa-apa. 😀

Dalam paket itu diuraikan langkah demi langkah, bagaimana sampai akhirnya bisa beli rumah. Yang saya ingat, tak lama setelah beli buku itu, kami pindah dari apartemen yang sudah kami tempati selama 6 tahun sejak pindah ke kota Huntsville ke rumah yang akhirnya bisa saya beli dengan mengikuti petunjuk di pelajaran Carleton Sheets itu. Sampai sekarang sudah kami tinggal di sini selama hampir 18 tahun.

Itu sekedar contoh, betapa hebatnya pengaruh buku-buku petunjuk seperti itu, untuk bisa bertahan hidup di Amerika. Dalam beberapa posting berikut, saya akan tambahkan bagaimana buku-buku itu membantu saya dalam upaya sampai bisa ‘survive‘ dan bertahan hidup di Amerika, padahal kami bukan berasal dari keluarga mampu.

Harapan saya, anda tidak menganggap remeh, bila saya bilang ada buku cuma-cuma yang lagi dibagi-bagikan di Internet, apalagi saya ikut membagikannya. Saya selalu ingat paket Carleton Sheet ini, dan buku-buku lain yang sudah sangat mempengaruhi jalan hidup saya dan keluarga di Amerika.

Bila anda ingin merubah hidup anda, selain ‘Ora et labora’, jangan lupa buku-buku petunjuk praktis ini dan jalan di depan anda akan makin terbuka. 😀

{ 1 comment }